Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
Shout Mix

ShoutMix chat widget
Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Islam Pasti Benar dan Pasti Menjawab on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of Islam Pasti Benar dan Pasti Menjawab on your social bookmarking website


Sejarah dan Pengaruh Pemikiran Sekuler di Indonesia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Sejarah dan Pengaruh Pemikiran Sekuler di Indonesia

Post  Admin on Fri Apr 22, 2011 1:45 pm






A. Sejarah Sekular
Istilah seculer berasal dari bahasa Latin saeculum yang berarti zaman sekarang ini ( this present age). Ada satu kata lain dalam bahsa Latin yang juga mnenunjukka makna dunia, yaitu mundus, yang kemudian di Inggris-kan menjadi maundae.kata saeculum lebih menujukkan pada masa ( time) dibandigkan mundus yang menunjukkan pada makna ruang ( space). Kata saeculum sepadan dengan kata aeon dalam bahasa Yunani Kuno, dan kata mundus sepadan dengan kata cosmos juga dalam bahasa Yunani Kuno.
B. Sekulararisme dan sekularesasi
Nurkholis mangatakan bahwa perbedaan antara sekularisme dan sekularesasi semakin jelas jika dianalogikan dengan perbedaan antara rasionalisme dan rasionalislme. Seorang Muslim harus bersikap rasional, tapi tidak boleh menjadi pendukung rasionalisme. Rasionalitas adalah salah satu metode guna memperoleh pengertiaan dan peniaian yang dapat tentang suatu masalah dan pemecahanya. Rasionalisasi adalah proses penggunaa metode itu. Analoginya, skularesasi tanpa sekurisme, yaitu proses penduiaan tanpa paham keduniaan, bukan saja mungkin, bahkan telah terjadi dan terus meneus akan terjadi dalam sejarah. Sekularisasi tanpa sekelarisme adalah sekularasasi terbatas dan dengan koreksi. Pembatasan dan koreksi diberikan oleh kepercayaan akan adanya hari kemudian dan prinsp ketuhanan. Sekularisasi adalah keharusan bagi setiap umat beragama, khususnya umat Islam.
Sekularisme adalah suatu faham yang berpenderian bahwa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, agama tidak dapat diperankan untuk ikut campur dalam tata kehidupan. Tegasnya, wahyu yang mengadung nila-nilai pengertian agama harus dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Jadi wahyu atau agama tidak boleh dibawa-bawa untuk menyelesaikan persoalan dunia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena agama hanya urusan individu dengan Tuhannya. Pengertian ini tentu akan berlawan dengan Islam atau dienul Islam. Oleh sebab itu adanya sekulerisasi merupakan tantangan dalam tafaqquh fiddin dan aplikasinya. Perlu dimakumi bahwa sekulerisrme ini lahir didunia barat pada akhir abad pertengahan dan dikonsepkan serta dibidani oleh dunia barat yang berjiwa Yahudi dan Kristen. Karena munculnya dari barat dan sumbernya bersentral dari manusia, maka adanya nilai benar dan salah, baik dan buruk, halal dan haram, juga ditentukan manusia. Jadi manusialah pusat dari segala-galanya.
Dengan demikian ciri khas disetiap negara sekular itu adalah humanisme dan anthroposentris yang menjadikan manusia sebagai sumber dan pusatnya. Hal ini akan berbeda dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Dalam ajaran Islam yang mengabersumber dari Allah dan Rasul-Nya dan dituangkan dalam firman-Nya Al-Qur`an serta disunahkan oleh Nabi dan Rasul-Nya didalam As-Sunnah, segala sesuatu yang harus dijadikan pegangan dalam kehidupan ini adalah yang bersumber dari Allah. Oleh sebab itu ajaran Islam merupakan satu-satunya pola hidup yang berhadapan dan berlawanan dengan kehidupan sekuler disegala dimensinya.
Sekulerisme adalah sebuah terminologi barat. Artinya adalah menegakkan kehidupan bukan di atas landasan agama. Hal itu sama saja, berlaku untuk individu maupun masyarakat. Mazhab ini itu sendiri diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan yang berbeda-beda: Ada pemisahan antara ilmu dengan agama, disebutkan sekulerisme ilamiah. Ada sekulerisme di biadang ekonomi, sekulerisme di bidang hukum, bahkan dibidang seni dan sastra.
Sebagian dari manefestasi sekulerisme itu sudah cukup menyebar dalam berbagai masyarakat Islam kontemporer, tentunya akan terlepas dari syariat samawi. Jadi sekulerisme adalah pemikiran impor. Hal itu sebuah reliatas yang diakui dan tidak pernah dipungkiri oleh kawan dan lawan. Artinya, bahwa sekulrisme memang bukan hasil produk Islam.
Sekulerisme adalah barang dagang impor. Oleh sebab itu, kita harus memperhatiakn, sejauh mana kegunaanya bagi kita, apakah kita membutuhkannya atau tidak. Secara aksiomatik, sekulerisme memiliki arti memutuskan hukum tidak dengan wahyu yang diturunkan oleh Allah. Karena itulah arti menegakkan kehidupan tanpa dasar agama. Yakni, bahwa secara aksiomatik sekulerisme adalah undang-undang jahiliyah, sehinga tidak ada tempat baginya untuk diyakini sebagai bagian dari Islam.
Tren sekulerisme lebih mudah memantapkam posisinya karena terbantu leoh awtak agama Kristen yang mempunyai kosep tentan hubungan antara agama dan negara: “Berikan apa ayng menjadi milik kaisar kepada kaisar. “ sementara peranaturana Syari`at tentang masyarakat dan negara, yaitu masalah yang menjadikan “penjara” agama dalam gereja dan dalam hati sanubari individu satu “pemberontak perbaikan agama.” Disampain itu factor lain pendukung bagi tubuh kembang sekulerisme adlah bahwa tradisi Romawi di bidang filsafat hokum dan perundang-udagan telah menjadikan asas “manfaat” tidak dikaitkan dengan agama dan moralitasnya serta aturan-aturan trasedentalnya, melainkan asas manfaat itulah yan menjadi ukuran. Oleh sebab itu, jalan menuju ke undang-undag hukum sekuler terbuka luas.
C. Pengaruh Sekularisme di Indonesia
1. HAM sebagai dasar hukum
Hukum Qishas dalam Islam dianggap sangat kejam, tidak memenuhi nilai-nilai Islam dan penuh dengan pembalasan. Ini tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusian, maka hokum Islam dianggap salah karena menyalahi hak seorang manusia. Tidak ada prisip moral diajarkan melainkan sebuah kejahatan .
2. Memisahkan Agama dan Negara (Politik)
Ketika Diberlakukan Piagam Jakarta, maka banyak tokoh Sekuler menentang kalimat pembuka yang menyatakan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Bagi Pemeluk-pemeluknya, karena tidak sesuai dengan kebersamaan diantara 5 agama di Indonesia. Pada awal kemerdekaan, Kementrian Agama sebagai upaya menenangkan hati kaum muslimin diawal kemerdekaan agar pancasila diterima sebagai dasar negara. Upaya ini yang terus mereka lakukan dalam mencegah Aturan Agama mencampuri urusan Negara .
3. Akal menjadi sebua patokan keyakinan (Aqidah)
Para pemikir sekuler makin menancapkan tarinya, tidak ada kemunduran dalam hal pengembangan dan penyebaran pola piker yang mereka usung. Masyarakat di ajarkan memiliki kemampuan dan ketentuan sendiri yang harus sesuai dengan reality. Aturan yang ditetapkan oleh Agama Islam tidak boleh menjadi patokan karena tidak sesuai dengan kemampuan manusia untuk mencapai apa yang telah di tetapkan.
4. Budaya Sekularisme
Mungkin tidak aneh lagi, bayangan sekulerisme bagaikan sebuah kebutuhan trend anak muda dewasa ini, harus sesuai dengan perkembangan zaman. Kita disajikan dengan gaya hidup ala barat, jauh dari nilai-nilai budaya Indonesia apalagi mengikuti syariat Islam. Program TV, Media, Internet sebagai wadah untuk mempromosikan pemikiran yang mereka bawa kepada masyarakat Indonesia.
Masyarakat Indonesia sudah disuguhkan melalui media, segala bentuk budaya barat, mulai dari remaja, dewasa dan orangtua. Mereka telah mengatur sendiri sesuai level yang akan mereka pengaruhi, jadi tidak aneh lagi, kalau seorang wanita memakai celana pendek, karena sesuai dengan trendnya bukan sesuai dengan Syariat lagi .
5. Pendidikan
Manajemen pendidikan kita telah dirasuki oleh pengaruh sekuler, memandang sesuatu harus realitas, nyatanya terbukti dengan bahan Filsafat lebih wajib dipelajari dibanding kita Turast atau Tauhid. Referensi Keyakinan lebih dikuasai oleh pemikiran para filosof dibanding apa yang telah di bawa oleh Rasulullah SAW.
Kisah dari pengunjingan yang dilakukan pada UIN Bandung menjadi bukti ketajaman gerakan yang mereka lakukan untuk menanamkan pada mahasiswa pemikiran mereka. Dunia Intelektual sangat berperan dalam masyarakat, karena itu perlu untuk menghancurkan pondasi dengan memasukkan studi-studi sekuler dalam lebel pendidikan Nasional di Indonesia .
D. Kritik al-Attas Terhadap Sekularisasi
Al-Attas mengkritik relativisme sejarah, yang menjadi urat nadi dalam sekularisasi. Islam adalah agama mengatsi dan melintasi waktu karena system nilai yang dikandungnya adalah mutlak. Kebenaran nialai Islam bukan hanya untuk masa dahulu, namun juga sekarang dan akan datang. Nilai-nilai yang ada dalam Islam adalah sepanjang masa. Jadi Islam memiliki pandangan hidup mutlaknya sendiri, merangkumi persoalan ketuhanan, kenabian, kebenaran, alam semesta dan lain-lain. Islam memiliki pemikiran ontlogis, kosmologis, dan psikolgi tersendiri terhadap hakekat. Islam menolak ide dekonsekrasi nilai karena ia bermaksud merelatifkan semua system ahklak.


Admin
Admin

Jumlah posting: 10
Join date: 15.04.11

Lihat profil user http://kebenaranislam.netgoo.org

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik